Pengertian komunikasi bisnis menurut Purwanto : Komunikasi bisnis
adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup
berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal
untuk mencapai tujuan tertentu.
Pengertian komunikasi bisnis menurut Katz (1994:4) Komunikasi
Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan
dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis’
diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam
rangka mencapai tujuan dari bisnis itu (Katz, 1994). Istilah ‘bisnis’ dalam konteks ini diterjemahkan sebagai suatu organisasi perusahaan.
Pengertian komunikasi bisnis menurut Rosenbaltt (1982:7): “Business
Communication are purposive interchange of ideas, opinions,
information, instructions, and the like, presented personally or
impersonally by symbols or signal as attain the goals of the
organizations” (Komunikasi Bisnis adalah pertukaran ide-ide opini,
informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara
personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda, untuk mencapai
tujuan-tujuan perusahaan).
Pengertian komunikasi bisnis menurut Persing (1981:108) “Business
communication may be defined as the spiraling process of the
transaction of meanings through symbolic action involving all elements
associated with sending and receiving written, oral, and nonverbal
messages internal to organizations of paid people working together to
produce and market goods and services for provit.” (Komunikasi
Bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang
meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses
penyampaian dan Penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan,
maupun nonverbal yang dilakukan di dalam suatu organisasi yang membayar
orang yang secara bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang-barang
dan jasa guna memperoleh keuntungan).
Ada 3 tujuan utama dalam komunikasi bisnis yaitu: Memberi informasi,
persuasi, dan melakukan kolaborasi dengan pelanggan. Berikut
penjelasannya.
Dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap media, oleh karena itu harus pintar-pintar memilih mana media yang paling tepat.
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi, seseorang bisa menggunakan berbagai macam media telekomunikasi seperti telepon seluler dan media sosial dll. Teknologi komunikasi sangatlah penting untuk mempererat dalam kerja sama bisnis.
Memberi Informasi (Informing)
Memberikan informasi seputar dunia bisnis terhadap pihak lain. Contoh, jika seorang pimpinan perusahaan ingin memperoleh pegawai yang diharapkan, maka ia akan memasang iklan melalui media.Dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap media, oleh karena itu harus pintar-pintar memilih mana media yang paling tepat.
Memberi Persuasi (Persuading)
Persuasi diberikan kepada pihak lain agar apa yang disampaikan bisa dipahami dengan benar. Hal seperti ini sering dilakukan terutama pada hubungan akan penegasan konfirmasi pesanan pelanggan, dengan tujuan supaya kedua belah pihak mendapatkan tidak ada yang dirugikan dan mendapatkan manfaatnya.Melakukan Kolaborasi (Collaborating)
Bekerja sama dengan pihak lain atau yang biasa disebut dengan kolaborasi ini memudahkan seseorang dalam melakukan kerja sama bisnis.Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi, seseorang bisa menggunakan berbagai macam media telekomunikasi seperti telepon seluler dan media sosial dll. Teknologi komunikasi sangatlah penting untuk mempererat dalam kerja sama bisnis.
Bentuk-bentuk komunikasi bisnis
a) Membuat
dan mengirim surat klaim
Ada dua jenis bentuk dasar
komunikasi bisnis :
1. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi
non verbal merupakan Kumpulan isyarat, gerak tubuh,
intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk
berkomunikasi tanpa kata-kata.
Komunikasi non verbal
dapat tercermin dari perilaku atau tingkah laku seperti dibawah ini :
a. Menggerakan gigi untuk
menunjukan kemarahan.
b. Mengerutkan
dahi untuk menunjukkan seseorang sedang serius/ berfikir.
c. Gambar
pria atau wanita yang dipasang di pintu masuk toilet untum menunjukkan kamar
sesuai dengan jenis kelaminnya.
d. Berpangku tangan untuk menunjukkan seseorang sedang
melam.
e. Tersenyum
dan berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa senang, simpati dan
penghormatan.
f. Membuang
muka untuk menunjukkan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain.
g. Menggelengkan
kepala untuk menunjukkan sikap menolak atau keheranan.
h. Asbak
diatas meja yang menunjukkan tamu diperkenankan/ boleh merokok.
i.
Mengirimkan bunga sebagai tanda
kesuksesan, cinta atau duka cita.
2. Komunikasi verbal
Komunikasi
Verbal merupakan komunikasi dalam bentuk percakapan atau tertulis.
Komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata untuk menyatakan ide. Gaya
dalam berkomunikasi disesuaikan dengan
situasi, dan lawan komunikasi. Penggunaan gaya bicara sangat berpengaruh
terhadap minat lawan komunikasi. Mengungkapkan pesan verbal diperlukan
keterampilan menggunakan kata-kata sederhana dan dapat dipahami oleh lawan
komunikasi.
Berbicara
dan mendengarkan merupakan bentuk komunikasi yang paling sering dilakukan. Hal
ini menjadikan orang lebih memilih berbicara daripada menulis dalam
berkomunikasi. Dengan komunikasi lisan orang dapat langsung mendapat umpan balik, sedangkan pada komunikasi
tertulis orang harus menyusun pesan, menulis , mengirim, dan menunggu tanggapan
sebagai umpan balik.
Bentuk komunikasi
verbal selain berbicara atau komunikasi lisan dapat dilakukan dengan
cara lain seperti dibawah ini :
b) Membuat dan mengirim
surat penawaran harga kepada pihak lain
c) Membuat dan mengirim
surat pemesanan barang kepada pihak lain
d) Membuat
dan mengirim surat konfirmasi kepada pelanggan
e) Membuat
dan mengirim surat kontrak kerja kepada pihak lain
f) Memberi
informasi kepada pelanggan yang meminta informasi tentang produk-produk baru
g) Berdiskusi
dalam suatu tim kerja (team work)
h) Melakukan
wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan
i) Mengadakan
briefing dengan staf karyawan
B. TAHAPAN PERENCANAAN PESAN BISNIS
Komunikator yang baik menyadari bahwa tahapan dalam proses komposisi kadang-kadang terjadi kesalahan komposisi. Karena itu dalam menyusun pesan tertulis perlu memperhatikan beberapa tahapan sebagai berikut :
1. Penentuan Tujuan
Tujuan penulisan pesan komunikasi perlu diperhatikan pada saat seseorang merencanakan pesan bisnis. Faktor yang perlu diperhatikan adalah menjaga itikad baik audiens dan menciptakan kesan positif tentang pihak pengirim pesan tanpa mengesampingkan tujuan tertentu yang hendak dicapai.
Tujuan umum seyiap pesan bisnis adalah menyampaikan informasi, menganjurkan, dan menjalin kerjasama dengan audiens. Disamping itu, penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi dapat membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup antara lain :
Sedangkan tujuan komunikasi bisnis meliputi :
2. Pertimbangan Pengiriman Pesan
Sebelum menetapkan maksud untuk mengirimkan pesan, ada faktor yang perlu dipertimbangkan yang meliputi hal-hal berikut :
sumber:
Komunikator yang baik menyadari bahwa tahapan dalam proses komposisi kadang-kadang terjadi kesalahan komposisi. Karena itu dalam menyusun pesan tertulis perlu memperhatikan beberapa tahapan sebagai berikut :
1. Penentuan Tujuan
Tujuan penulisan pesan komunikasi perlu diperhatikan pada saat seseorang merencanakan pesan bisnis. Faktor yang perlu diperhatikan adalah menjaga itikad baik audiens dan menciptakan kesan positif tentang pihak pengirim pesan tanpa mengesampingkan tujuan tertentu yang hendak dicapai.
Tujuan umum seyiap pesan bisnis adalah menyampaikan informasi, menganjurkan, dan menjalin kerjasama dengan audiens. Disamping itu, penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi dapat membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup antara lain :
- Keputusan untuk meneruskan pesan
- Keputusan untuk menanggapi audiens
- Keputusan untuk memusatkan isi pesan
- Keputusan untuk menetapkan media yang akan digunakan
Sedangkan tujuan komunikasi bisnis meliputi :
- Memberi informasi (informing) yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain.
- Memberi persuasi (persuading) kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar. Terutama dilakukan pada saat melakukan negosiasi bisnis.
- Melakukan kolaborasi (collaboring) atau kerjasama bisnis antara seseorang dengan orang lain. Melalui jalinan komunikasi bisnis seseorang dengan mudah dapat melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan domestik maupun perusahaan asing.
2. Pertimbangan Pengiriman Pesan
Sebelum menetapkan maksud untuk mengirimkan pesan, ada faktor yang perlu dipertimbangkan yang meliputi hal-hal berikut :
- Tujuan yang realistis. Pada umumnya orang tidak mudah untuk cepat berubah. Oleh karena itu jika seseorang mempunyai tujuan yang mendasar sebaiknya disampaikan secara realistis.
- Ketepatan waktu. Waktu yang tepat merupakan faktor penting dalam pengiriman dan penyampaian pesan. Jika seseorang atau organisasi sedang mengalami perubahan, pesan dapat disesuaikan dengan keadaan yang berlangsung sampai dengan segala sesuatu menjadi stabil dan ada perhatian terhadap pesan yang disampaikan.
- Ketepatan orang yang mengirimkan pesan. Meskipun semua tugas yang diberikan dapat diselesaikan tanpa bantuan orang lain, pihak atasan mungkin memiliki kesempatan yang lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan kepada seseorang.
- Tujuan yang selaras dengan tujuan organisasi. Seorang karyawan harus bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Hal ini memiliki tujuanm agar setiap komunikasi yang terjadi didalamnya dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang disebabkan oleh perbedaan persepsi
Secara realita psikologis suatu kebutuhan dapat diciptakan.
Kebutuhan akan barang secara individual, dalam kontek ini peluang pasar
dapat di buat dengan mekanisme komunikasi secara berkesinambungan dengan
membentuk nilai – nilai social, preferensi dan fungsi.
Peluang pasar ditentukan oleh citra, kebutuhan dan perilaku konsumen
tentang barang dan jasa. Jika suatu produk dapat menyakinkan konsumen
dalam hal kredibilitas, memiliki fungsi, ada jaminan keamanan dan
memiliki keunggulan lain, maka peluang pasar akan terbentuk.
Secara umum selalu timbul permasalahan dimana konsumen – pasar tidak
mengetahui informasi dan keberadaa barang dan jasa di pasar, yang
disebabkan umumnya kurang baik dan kurang memadai dalam menjalankan
strategi komunikasi. Hal ini harus dikembangkan strategi komunikasi yang
baik dan efektif ke pasar, yaitu dengan menjalankan promosi, seperti :
- Kegiatan hubungan antar manusia
- Kegiatan hubungan masyarakat
- Kegiatan advertensi atau iklan
- Kegiatan promosi melalui media elektronik
- Kegiatan promosi dan penjualan melalui media internet
- Mengembangkan system informasi perusahaan
- Mengembangkan keahlian komunikator dalam bisnis
sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar