Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Hal yang perlu di perhatikan dalam
mengelola Komunikasi
Penanganan pesan-pesan yang bersifat rutin
Untuk dapat memaksimalkan manfaat dan
meminimalkan biaya, seorang manajer perlu memperhatikan hal berikut ini:
*Mengurangi Jumlah
Pesan
Membuat surat meski hanya satu helai
memerlukan waktu dan sumber daya, sehingga perusahaan harus memperhatikan
berapa banyak surat yang dikirim keluar
*Membuat Instruksi yang Jelas
Kesalahan komunikasi dapat dialami oleh
setiap orang, meskipun demikian manajer mempunyai tanggung jawab khusus untuk
menjadikan orang tahu dengan pasti yang harus dikerjakan.
*Alih Tanggung Jawab
Melakukan tindakan lanjut dan mencari umpan
balik merupakan dua faktor yang membantu kerja manajerial, bukan memaksakan
kehendak kepada orang lain.
*Memberikan Pelatihan
Sebuah perusahaan perlu memberikan semacam
pelatihan kecakapan komunikasi kepada yang mewakili perusahaan.
Memahami komunikasi dan gaya komunikasi
- Controlling Style: Gaya komunikasi yang ebrsifat mengendalikan dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan menatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang dengan gaya komunikasi ini dikenal sebgai komunikasi satu arah.
- Equalitarian Style
- Structuring Style
- Dynamic Style
- Relinguishing Style
- The Withdrawal Style
Kemampuan berkomunikasi mutlak harus dimiliki setiap individu yang ingin mencapai kesuksesan. Kemampuan berkomunikasi akan memudahkan individu untuk mencapai ide cemerlangnya kepada atasan, rekan kerja, dan bawahan sekalipun. Ide-ide dapat menjadi terealisasi secara baik bila dapat dikomunikasikan dan dipahami oleh semua orang sehingga memberikan dampak positif dan hasil yang sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Maka itu kita perlu mengasah keahlian komunikasi kita agar ide-ide cemerlang kita tidak menguap begitu saja.
Masalah Komunikasi dalam Organisasi
Fakor hambatan yang biasanya terjadi dalam
proses komunikasi dapat dibagi dalam 3 jenis, yaitu:
Hambatan Teknis
Hambatan ini timbul karena lingkungan dan
memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan
pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi,
akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi
dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dan media komunikasi dapat
diandalkan serta lebih efisien.
Hambatan Semantik
Gangguan ini menjadi hambatan dalam proses
penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik disini adalah
studi atas pengertian yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang
jelas akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk
menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih
kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta
melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap
kata-kata yang digunakannya.
Hambatan Manusiawi
Hambatan ini muncul dari masalah-masalah
pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik
komunikator maupun komunikan. Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup
:
Hambatan yang berasal dari perbedaan
individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status,
keterampilan mendengarkan , pencarian informasi, dan penyaringan informasi.
Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim
psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana
dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut. Ditinjau dari aspek bisnis,
organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi
antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang
berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam lingkup organisasi tujuan utama
komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang
dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi
setiap saat dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan
diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi.
Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies
anatara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi
bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas
dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang/level) dan sistem
organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan organisasi bisnis, pesan hendaknya
tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi
juga haruslah persuasif, agarpihak lain bersedia menerima suatu paham atau
keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
Dalam proses komunikasi, semua pesan atau
informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima
pesan/informasi , baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun
hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya
memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu :
Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan
lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan
dapatmemberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.
Conciseness (Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat
mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat
tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetep menonjolkan gagasannya.
Consideration (Pertimbangan)
Penyampaian pesan hendaknya menerapkan
empati dengan pertimbangan dan mengutamakan penerima pesan.
Concreteness (Konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan
dengan bahasa yang gamblang, pasti, dan jelas
Clarity (Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa
yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang
jelas.
Courtessy (Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan
nada yang sopan, akan memupuk hubungan baikdalam komunikasi bisnis.
Correctness (Ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti dan
menggunakan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang benar (formal atau resmi).sumber:
http://scdc.binus.ac.id/bic/2017/04/fungsi-komunikasi-dalam-organisasi/
http://modulmakalah.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-dan-fungsi-komunikasi-dalam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_organisasi
https://taniakharismaya.wordpress.com/2015/04/26/pola-komunikasi-bisnis/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar